Belajar berwirausaha
Belajar berwirausaha dengan Ikan Bandeng di UD. Amanah
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas membuat teks laporan tentang berwirausaha dengan Ikan bandeng di UD Amanah.
Pertama tama saya ingin menceritakan tentang kegiatan saya selama mengikuti kegiatan BLK di UD Amanah selama 5 hari karena saya tidak ikut berangkat berwisata ke Bali. Saya mulai mengikuti kegiatan BLK terhitung selama 5 hari mulai tanggal 18-22 Februari 2019. UD Amanah sendiri adalah perusahaan milik Bapak Sugito yang merupakan ketua komite di SMA Negeri 1 Juwana. UD Amanah adalah usaha milik Bapak Sugito yang menjadikan ikan bandeng sebagai bahan utama untuk olahan yang dibuat. Saya sendiri selama mengikuti program BLK ini telah berhasil membuat 5 jenis produk yang berbeda. Adapun produk yang saya buat yaitu bandeng crispy, nugget bandeng, bakso bandeng, bandeng presto, dan tahu bakso bandeng. Selama mengikuti program BLK tersebut kami dikenakan biaya untuk BLK sebanyak Rp 250.000.
Di hari pertama saya mengikuti program BLK tersebut ,saya langsung bertemu dengan teman teman saya dari berbagai kelas , sejumlah 18 siswa. Mereka yang mengikuti program BLK ini juga memiliki alasan beragam untuk tidak ikut berwisata ke Bali. Setelah berangkat pagi pukul 8.00 saya sampai di tempat BLK tepatnya di rumah bapak Sugito. Kemudian kami dikumpulkan dulu oleh ibu pembimbing kami yaitu ibu Yusnita. Setelah tanda tangan kehadiran, saya langsung menuju tempat pembuatan produk olahan dari ikan bandeng. Pertama saya masuk tim pertama karena dibagi menjadi 3 kelompok . Hari pertama itu kelompok saya akan membuat bandeng crispy. Pertama saya sebagai anak laki-laki disuruh instruktur untuk membersihkan sisik ikan bandeng hingga bersih dan kemudian mencucinya kemudian mencabuti durinya. Setelah itu ikan kemudian dibersihkan kembali kemudian dibumbui dan diberi tepung crispy untuk membuat ikan bandeng bisa kriuk kriuk dan renyah. Setelah siap saya satu persatu mempraktekkan untuk menggoreng ikan bandeng yang siap digoreng masing-masing 2 ikan per anak.
Setelah selesai digoreng dengan matang ikan bandeng langsung masuk ke proses pengemasan. Dalam proses ini saya hanya ikut untuk membungkus ikan bandeng karena telah dibagi per anak untuk menimbang, melakukan pengepresan, dan memasang label expired. Kemudian setelah semua proses selesai saya sebagai ketua koordinator dipanggil instruktur untuk membagikan hasil olahan kami di hari pertama itu. Setelah selesai kami segera berpamitan untuk pulang karena memang waktu pulang sudah ditentukan oleh bapak Sugito pada pukul 3 sore. Keesokan harinya di hari kedua ini tepatnya di hari Selasa kami kembali berangkat ke BLK untuk melanjutkan program tersebut. Di hari tersebut saya juga tetap berangkat pukul 08.00. sesampainya di BLK, untuk hari ini kelompok saya kebagian untuk membuat nugget bandeng. Untuk proses pembuatan nugget bandeng ini cukup menarik karena ternyata bandeng yang dipilih juga harus fresh karena nugget bisa tahan lama. Pada proses pertama tetap dengan membersihkan ikan sampai bersih kemudian masuk ke proses selanjutnya yaitu penggilingan daging ikan bandeng hingga kemudian dipotong potong membuat balok kecil. Setelah terbentuk maka nugget diberi tepung crispy dan langsung dilakukan pengemasan. Pada proses ini juga saya ikut mengemasi nugget bandeng dan memberi label expired. Setelah selesai di hari kedua itu kami juga mendapatkan hasil olahan kami yaitu nugget ikan bandeng masing-masing 1 pack nugget bandeng.
Kemudian di hari ketiga, keempat dan hari kelima di hari Jumat. Saya berturut turut membuat bakso bandeng, tahu bakso bandeng,dan terakhir yang paling khas tentunya bandeng presto khas daerah Juwana. Adapun untuk proses pembuatan produk olahan tersebut juga tidak jauh berbeda dari 2 produk di 2 hari pertama yang telah saya buat. Dan tentu yang paling susah adalah untuk menimbang dan melakukan pengepresan pada bungkus produk karena harus benar-benar teliti. Setelah selesai semua di hari terakhir itulah di program BLK itu resmi ditutup dan kami berpamitan dengan bapak Sugito serta tentunya saya sangat senang atas ilmu yang telah saya dapatkan dimana berwirausaha dapat dimulai dari potensi lokal dan dengan semangat pantang menyerah yang tinggi. Saya tentunya mengucapkan banyak terimakasih khususnya kepada bapak Sugito, ibu Yusnita selaku pembimbing BLK ,dan para instruktur di UD Amanah.
Nama : Muhammad Alif Yulian
No. : 25
Kelas : XI MIPA 2
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas membuat teks laporan tentang berwirausaha dengan Ikan bandeng di UD Amanah.
Pertama tama saya ingin menceritakan tentang kegiatan saya selama mengikuti kegiatan BLK di UD Amanah selama 5 hari karena saya tidak ikut berangkat berwisata ke Bali. Saya mulai mengikuti kegiatan BLK terhitung selama 5 hari mulai tanggal 18-22 Februari 2019. UD Amanah sendiri adalah perusahaan milik Bapak Sugito yang merupakan ketua komite di SMA Negeri 1 Juwana. UD Amanah adalah usaha milik Bapak Sugito yang menjadikan ikan bandeng sebagai bahan utama untuk olahan yang dibuat. Saya sendiri selama mengikuti program BLK ini telah berhasil membuat 5 jenis produk yang berbeda. Adapun produk yang saya buat yaitu bandeng crispy, nugget bandeng, bakso bandeng, bandeng presto, dan tahu bakso bandeng. Selama mengikuti program BLK tersebut kami dikenakan biaya untuk BLK sebanyak Rp 250.000.
Di hari pertama saya mengikuti program BLK tersebut ,saya langsung bertemu dengan teman teman saya dari berbagai kelas , sejumlah 18 siswa. Mereka yang mengikuti program BLK ini juga memiliki alasan beragam untuk tidak ikut berwisata ke Bali. Setelah berangkat pagi pukul 8.00 saya sampai di tempat BLK tepatnya di rumah bapak Sugito. Kemudian kami dikumpulkan dulu oleh ibu pembimbing kami yaitu ibu Yusnita. Setelah tanda tangan kehadiran, saya langsung menuju tempat pembuatan produk olahan dari ikan bandeng. Pertama saya masuk tim pertama karena dibagi menjadi 3 kelompok . Hari pertama itu kelompok saya akan membuat bandeng crispy. Pertama saya sebagai anak laki-laki disuruh instruktur untuk membersihkan sisik ikan bandeng hingga bersih dan kemudian mencucinya kemudian mencabuti durinya. Setelah itu ikan kemudian dibersihkan kembali kemudian dibumbui dan diberi tepung crispy untuk membuat ikan bandeng bisa kriuk kriuk dan renyah. Setelah siap saya satu persatu mempraktekkan untuk menggoreng ikan bandeng yang siap digoreng masing-masing 2 ikan per anak.
Setelah selesai digoreng dengan matang ikan bandeng langsung masuk ke proses pengemasan. Dalam proses ini saya hanya ikut untuk membungkus ikan bandeng karena telah dibagi per anak untuk menimbang, melakukan pengepresan, dan memasang label expired. Kemudian setelah semua proses selesai saya sebagai ketua koordinator dipanggil instruktur untuk membagikan hasil olahan kami di hari pertama itu. Setelah selesai kami segera berpamitan untuk pulang karena memang waktu pulang sudah ditentukan oleh bapak Sugito pada pukul 3 sore. Keesokan harinya di hari kedua ini tepatnya di hari Selasa kami kembali berangkat ke BLK untuk melanjutkan program tersebut. Di hari tersebut saya juga tetap berangkat pukul 08.00. sesampainya di BLK, untuk hari ini kelompok saya kebagian untuk membuat nugget bandeng. Untuk proses pembuatan nugget bandeng ini cukup menarik karena ternyata bandeng yang dipilih juga harus fresh karena nugget bisa tahan lama. Pada proses pertama tetap dengan membersihkan ikan sampai bersih kemudian masuk ke proses selanjutnya yaitu penggilingan daging ikan bandeng hingga kemudian dipotong potong membuat balok kecil. Setelah terbentuk maka nugget diberi tepung crispy dan langsung dilakukan pengemasan. Pada proses ini juga saya ikut mengemasi nugget bandeng dan memberi label expired. Setelah selesai di hari kedua itu kami juga mendapatkan hasil olahan kami yaitu nugget ikan bandeng masing-masing 1 pack nugget bandeng.
Kemudian di hari ketiga, keempat dan hari kelima di hari Jumat. Saya berturut turut membuat bakso bandeng, tahu bakso bandeng,dan terakhir yang paling khas tentunya bandeng presto khas daerah Juwana. Adapun untuk proses pembuatan produk olahan tersebut juga tidak jauh berbeda dari 2 produk di 2 hari pertama yang telah saya buat. Dan tentu yang paling susah adalah untuk menimbang dan melakukan pengepresan pada bungkus produk karena harus benar-benar teliti. Setelah selesai semua di hari terakhir itulah di program BLK itu resmi ditutup dan kami berpamitan dengan bapak Sugito serta tentunya saya sangat senang atas ilmu yang telah saya dapatkan dimana berwirausaha dapat dimulai dari potensi lokal dan dengan semangat pantang menyerah yang tinggi. Saya tentunya mengucapkan banyak terimakasih khususnya kepada bapak Sugito, ibu Yusnita selaku pembimbing BLK ,dan para instruktur di UD Amanah.
Nama : Muhammad Alif Yulian
No. : 25
Kelas : XI MIPA 2
0 Response to "Belajar berwirausaha"
Post a Comment